Jumat, 17 April 2015

“Aku & Kamu”



sesuatu ini sudah terlewat sekitar _ hari yang lalu ....
dimana disitu aku amat senang sekali bisa melihatmu dengan jarak dekat..
matamu yang membuatku tak dapat berpaling ke lain, yah itulah aku pada saat itu.
Kamu itu indah di mataku, oh sudahlah tak dapat ku ungkapkan lewat kata-kata..
Aku yakin kau takkan tau apa yang ku rasakan pada saat ada di dekatmu pada saat itu.
Canda tawamu benar-benar menghiasi hariku pada saat itu, senyumanmu yang jelas terbentuk dari bibirmu..

Tapi jujur disaat itu…
Aku sedikit kesal terhadap seseorang yang sepertinya sengaja untuk menggangu kedekatanku dengan mu..
Aneh tapi ini semua terlihat nyata.

Tapi ..semua itu terbayar saat aku melihat ke “picture” dimana ada aku dan kamu yang sangat tergambar dekat disana…^_^ dan mengingat hari itu…di tengah keramaian aku dapat bersamamu..


Kamulah sang pangeran penyejuk hati..


#hanya cerita yaaa



Kamis, 02 April 2015

Cerpen : Ratu Bintang & Aku
Pada suatu malam yang gelap aku tanpa sadar keluar dari kamarku dengan keadaan mata tertutup..yah aku benar-benar tidak sadar. Aku keluar lalu aku berhenti tepat di depan meja belajarku lalu aku duduk dengan bersenderan dan aku tertidur hingga pagi datang membangunkanku. Dengan mata masih menjiwai perasaan ngantuk..aku terkejut..
“astaga, aku kok disini ? ngapain kau disini ?” (mengusap-ngusap mataku sambil mencubit pipiku sendiri untuk menyakinkan diriku bahwa aku tidak sedang bermimpi)

Yaah..aku berlari menuju kamarku dengan gesit berharap tidak ada yang melihatku. Siapa pun itu, lalu ku tatap jam dinding di kamar menunjukkan pukul 07.00 wib, sontak langsung takut campur mengerikan. Bagaimana kau tidak takut hari ini yang menjaga didepan sekolah adalah guru tergalak yaitu pak Santa.
Lalu aku bergegas mandi dan siap-siap. Siap siap apa dulu nih ? siap siap dihajar > hahahah

“mami, aku berangkat dulu yaa, sorry mi kalo aku gak mkan sarapan buatan mami..aku udah telat bye bye.
“hei, dav..jangan pergi dulu…ada informasi…astaga anak itu…” (sambil tersenyum si mami)

Saat perjalanan kesekolah….
“hemm, aneh kok ga ada anak-anak yang berangkat ke sekolah yah..? atau mungkin semuanya udah berangkat hanya aku yang telat..sedih sekali” dengan wajah penuh melas
 Saat sampai disekolah…
“hah..kok sepi sihh ? mana nih orang-orangnya ?” (huft)
“dek,dek” kata satpam sekolah.
“iya pak” jawabku
“kamu ngapain kesekolah” Tanya pak satpam
“yaah sekolah mau belajar donk pak..masa mau belanja..hehe” (dengan tertawa seraya bercanda)
“bukan itu maksud bapak, kamu itu ngapain ke sekolah, kan hari ini anak anak diliburkan. Jadi kamu belajar di rumah saja, lagi pula hal ini sudah dikabarkan kepada orang tua siswa”
“oh libur pak..huftt, kok mami saya gak bilang yah, ya sudah deh aku pulang dulu pak. Terima kasih yaa pak” kata ku
“iyah sama – sama dek” jawab pak satpam.

Sesampainya dirumah aku langsung bertanya pada mami..
“mam, emang hari ini libur yaa ? kok mami gak kasih tau aku ?” Tanyaku dengan nada kesal.
“hemm, mami bukannya gak kasih tau kamu sayang, tapi kamunya tadi buru-buru langsung pergi saja, makanya lain kali Tanya dulu”jawab mami
“tapi kan tadi aku buru buru mam, soalnya udah telat entar aku dihukum lagi sama guru aku yang galak itu” bilang ku pada mami.
“iya mami tau kok, ya sudah ini pelajaran buat kamu, makanya jangan bangun kesiangan lagi , supaya menghindari segala hal yang tidak kamu inginkan” kata mami memberi  nasihat.
“iya mam” dengan wajah cemberut.
“tapi gak apa-apa deh libur, jadinya tadi aku gak dihukum coba kalau sekolah behh habis aku hari ini mam” kata ku dengan wajah yang gembira seketika.
“ya sudah, kamu kekamar gih, ganti baju” kata mami
“iya mam”

Sesampai aku di kamarku yang paling oke ini, aku kembali lamunkan hal yang terjadi tadi malam..
Aku gak berani tuh cerita ke mami soal ini, takut gitulooh.
Hari pun sudah malam, jam jam dimana aku sudah saatnya tidur. Tapi aku gak berani tidur. Kenapa ? yaah karena hal itu aku takut sekali…hehe tapi sebenarnya aku bukan penakut kok..
Saat aku melihat mami sudah tidur, aku mengendap-ngendap keluar dari kamarku udah kaya maling aja hehe, mau tau gak aku kemana ? ada deh haha.
Aku mau ke lantai 3 rumahku mau meratapi bintang yang indah malam ini.

“indahnya di langit banyak bintang, kenapa gak dari dulu aja yah aku ke sini setiap malam..waah asyik, udaranya yang membuat ku ingin tetidur. Sejuk..pasti kalian bisa rasakan itu..

Tiba-tiba di sebelahku ada seseorang yang menyapaku..
“hai, selamat malam, sedang apa kamu disini ? sedang melihat aku yahh ?”katanya si wanita cantik ini.
“kok kamu  pede banget sih , aku lagi liat kamu,  padahal aku lagi lihat bintang looh” kataku kepadanya.
“iya itu berarti kamu sedang melihat aku, nama kamu siapa” katanya dengan tersenyum dengan paras cantiknya.
“namaku ? kamu gak perlu tau namaku. Nama ku rahasia donk” kataku dengan tertawa terbahak bahak
“ya sudah kalau kamu gak mau kasih tau aku siapa nama kamu, aku beri kamu nama bintang yah” bilangnya.
“ya sudah terserah, aku gak peduli”
“kamu tau gak aku siapa ?”
“apa pentingnya aku mengetahui kamu siapa ?
“aku ratu bintang”
“hah, ratu bintang ? memangnya bintang ada ratunya yah ? sepertinya kau tak pernah mendengar hal itu”
“tentu saja kamu gak pernah mendengar hal ini, kamu terlalu cuek pada sekitarmu”
“ahhm itu hanya mitos”
“terserah, kalau kamu mau bukti aku bisa looh mengabulkan 1 keinginanmu tapi keinginan yang baik yah”
“iya aku ada 1 keinginan , aku mau kamu lenyap dari hadapanku saat ini”
“enak saja, mana bisa itu kan keinginan yang jahat, jadi gak akan terkabul”
“apa yaaa” pikir keras  hehe.
“ahhm sudahlah tidak ada yang ingin kuminta darimu, entar minta balas budi lagi. Lagi pula keinginanku sudah tercapai semua kok”
“ya sudah, aku pergi dulu yah, selamat malam” kata ratu bintang
“Iyah pergi yang jauh yah” kukatakan sambil tertawa .
“ahh sudah malam aku mau tidur dulu ahh”

Keesokan paginya aku bangun dan merasa lebih bingung lagi, dengan hal yang tadi malam aku jumpai seorang ratu bintang. Apakah itu hal yang ada ?

“mami, aku mau nanya donk, ratu bintang itu benar ada yah mi ?”tanyaku dengan penasaran.
“ratu bintang ? kamu ngigo yaa ? hehehe”
“ihh mami aku serius, tadi malem aku bertemu sama ratu bintang “
“dimana ? kapan ?”Tanya mama dengan penuh rasa ingin tahu.
“diatas tadi malem” jawabku dengan polos.
“Ohh, kamu bohiongin mami yah katanya langsung tidur kok malah keatas”
“hemm…hemmm…iya mah maaf yah” jawabku dengan tertunduk-tunduk.
“sayang kamu itu mimpi kali yah ? makanya jangan tidur malem-malem” kata mami sambil tertawa.
“iyah deh mam, aku gak mau tidur malam lagi”

Dari saat ini aku udah gak mau tidur malam lagi, gak mau bohong dan aku udah gak mau cuek sma sekitaku. jadi teman-teman pesan aku buat kalian tidurlah tepat waktu yaah, itu akan lebih baik. Jadinya gak mimpi buruk dan yaah gitu dehh terus jangan bohong sama orang tua dan jangan sok sok cuek gitu.
Wait…kembali ke ratu bintang..
Ratu bintang itu ada gak sih menurut temanteman ? hehe.




Jumat, 26 Desember 2014

PERSAHABATAN YANG ABADI

Suatu  pagi yang masih dipenuhi embun pagi aku berjalan sendiri sambil bergumam sendiri
“ahh..mengapa aku selalu sendiri !” dengan menendang sebuah kaleng didepanku.
“apakah di dunia ini tiada yang mau berteman denganku ?” tanyaku dengan muka geram
Lalu tiba-tiba saja ada seseorang yang memegang pundakku  dan bertanya
“hai, siapa bilang kamu tidak punya teman ? aku temanmu” dengan senyuman yang punya arti.
“siapa kau ?” tanyaku dengan cetus
“untuk apa kau disini, pasti kau ingin mengejekku ?” ucapku kesal
“hmm…kamu jangan berburuk sangka dulu donk aku nggak ngejek kamu kok.aku hanya ingin jadi  temanmu” jawabnya dengan senyum lebar
Aku hanya berdiam dan tidak menanggapinya, aku pergi meninggikan tanpa sepatah kata pun. Lalu aku ketempat biasa tempatku menggalau kesendirianku tepat didepanku satu danau yang sangat mengerti akan perasaanku. Aku selalu merasa danau menjadi tempat curhatan hatiku sekaligus teman setiaku.
“danau, aku sedih aku selalu saja merasa mengapa aku terlahirkan sendirian. Aku tidak memiliki teman, selalu saja diasingkan. Danau kau satu-satunya temanku yang paling baik yang selalu siap memberikan aku tempat untuk mengutarakan semua isi hatiku” sambil ku tatap danau di depanku.
Lalu aku berjalan mendekati danau itu lalu aku perlahan-lahan memasukkan kakiku kedalam danau . tanpaku sadari ada satu orang yang menarikku dari belakang.
“hey, kau kenapa menarikku !”
“kamu sendiri mau ngapain ? kamu mau bunuh diri ya ?” tanyanya dengan wajah setengah pucat
“untung dari tadi aku mengikutimu terus”katanya sambil menghapus keringat diwajahnya
“kau tidak perlu sok peduli terhadapku ! aku ingin tinggal bersama dengan temanku !”
“kamu sudah gila yah mana ada temanmu di danau, kamu harus sadar sesungguhnya bukan karena orang yang berada di seluruh di dunia ini tidak mau berteman dengamu tapi dirimulah yang tidak mau berteman dengan mereka” jawabnya dengan nada kesal
“hiks..hiks.. huhuhu” kujatuhkan diriku ke tanah.
“aku bodoh” ucapku dengan menjatuhkan air mataku.
“sudahlah kamu jangan menyalahkan dirimu sendiri” katanya sambil memegang pundakku
“maafkan aku yah sahabatku” kataku sambil menghapus air mataku sendiri
“iya aku sudah memaafkan kamu kok, memangnya kamu menganggap aku sahabatmu sekarang ?”tanyanya sambil mengernyitkan dahinya.
“iya kau adalah sahabatku sekarang dan selamanya  yaitu sahabat abadiku” kataku sambil senyum.
“terima kasih kau sudah menganggapku sahabatmu” katanya sambil memelukku.

Begitulah perjalanan hidupku didalam hidupku baru kali ini kutemukan sahabat seperti dia. Meskipun kami baru saling mengenal tiada yang dapat memungkiri kami dapat menjadi sahabat.

“sahabat itu adalah orang yang selalu senantiasa bersama kita dalam keadaan apapun”
“sahabat juga selalu berusaha agardapat membahagiakan kita karena dia tidak ingin kita sedih”

“kriteria untuk menjadi seorang sahabat tidak harus karena perkenalan yang lama karena seorang sahabat sejati tidak harus menunggu waktu lama untuk menjadi sahabat kita”

Sabtu, 20 Desember 2014

CERPEN : CINTA YANG KANDAS
Sore hari tampak sudah langit berwarna jingga, aku yang berdiri sendiri dipinggiran sawah terlihatlah sosok wanita berparas cantik jelita wajahnya manis membuat lingkungan sekitarnya pun menjadi berseri. Entahlah apa yang kurasakan saat ini, Entah itu cinta ataukah hanya kagum semata terhadap kecantikan dirinya yang pasti mataku tak dapat terlepas dari dirinya. Tiba –tiba saja dia menghampiriku sungguh hal ini tak pernah ku sangka lalu dia datang menyapaku.
“maaf sebelumnya, mas sedang apa disini ?”
“ehmm oh iya ! maaf..ada apa yah ?” jawabku sedikit kaget
“iya tidak apa-apa, tadi saya hanya bertanya mas sedang apa disini..karena saya dari tadi melihat mas melamun saja”
“oh tidak apa-apa saya hanya melihat pemandangan sekitar sini dan melihat semua hasil kerja kerasku disini” jawabku
“wah semua ini hasil kerja keras mas ! hebat sekali. Saya jadi malu sendiri tidak bisa berbuat apa-apa”
“memangnya apa pekerjaan sehari-hari kamu ?”
“yah begitulah hanya termenung, melamun dan tak tau harus berbuat apa” jawabnya dengan wajah sedikit sedih
“oh begitu, bagaimana kalau kamu bekerja sama bersama saya saja untuk mengurus ladang ini. Tapi kalau kamu tidak mau juga gak apa apa”
“Ohhhh ! tentu saja saya mau mas…malahan saya hari ini bagaikan ketimpa batu keberuntungan” jawabnya dengan penuh semangat, terlihat jelas senyumnya yang manis
“baiklah kalau begitu besok kita mulai bekerja bersama-sama yah. Namamu siapa ?”
“oh iya maaf yah mas saya lupa memberitahu nama saya. Nama saya ayu, nama mas ?”
“nama saya lanang”
“Ehmm senang rasanya bisa mengenal mas”
“saya juga ayu” jawabku dengan melemparkan senyumku kepadanya
“mas lanang , ayu mau pulang dulu yah sudah sore. Nanti takutnya ibu mencari ayu”
“ya sudah pulanglah, apakah mau saya antar kamu sampai ke rumah ?”
“oh tidak perlu mas, terima kasih”

Haripun menjelang malam, aku pun pulang menuju kerumahku dan ketika aku telah sampai dirumah..aku duduk dikursi bergoyang yang merupakan kursi kesayanganku. Ketika aku sudah duduk entah mengapa pikiranku jadi membayangkan wajah si ayu terus tanpa henti. Jujur saja baru kali ini aku merasakan perasaan seperti ini.
“apa aku telah jatuh cinta kepada ayu ?” pertanyaan ini membuatku tertidur pulas hingga pagi, ayam pun berkokok menghiasi bangun pagiku.
Aku pun mulai berbenah diri dan menata rambutku yang merupakan kebiasaan ku setiap hari
“hhmm hari ini aku harus terlihat setampan mungkin didepan ayu” sambil melirik kekanan dan kekiri.
“ohh Tuhan rasanya aku tidak sabar lagi ingin bertemu ayu” sambil manatap kaca didepanku dengan malu.
Entah mengapa aku merasakan berkat ayu aku jadi rajin untuk bangun pagi dan ke ladang.
Rasanya hari ini bagaikan pelangi yang berupa banyak warna, saat sesampai aku diladang aku melihat wajah cantik ayu telah menghiasi ladangku. Terlihat ayu sedang duduk sambil menungguku, meskipun jujur aku merasa terlalu yakin sekali
“ayu” sapaku
“iya mas , mask ok lama sekali ke ladang”
“maafin saya yah ayu”
“ayolah mas kita mulai bekerja saja” katanya dengan semangat
“iya” jawabku dengan berpikir mengapa wanita ini sungguh rajin

Setelah beberapa lama kemudian ladang pun selesai dibereskan. Dan kami berdua pun duduk dibawah pohon yang rindang, lalu kami pun saling mengobrol.
“ayu, bolehkah aku bertanya ?”
‘boleh mas, mas mau nanya apa ?”
“wanita secantik kamu pasti sudah mempunyai kekasih yah ? memangnya kekasih kamu tidak marah kamu disini”
“hahaha, tentu saja tidak mas, saya kan belum punya kekasih mas lagi pula saya belum cukup cantik” jawabnya dengan tertawa dan bercanda
“ohh kamu belum punya kekasih, siapa bilang kamu tidak cantik bagiku kamu itu udah kaya bidadari dari surga” jawabku dengan tersenyum
“mas, wanita itu tidak harus cantik dari parasnya saja tapi dari hati dan sikapnya juga”
“wahh kamu sungguh benar-benar seorang bidadari”
“kamu serius tidak sih belum punya pacar yu” tanyaku dengan heran
“serius lah mas, bagiku itu tiada lelaki yang setia dan baik kecuali mas lanang”
“maksudmu ??” jawabku dengan sedikit kaget
“yah biarkan saja mas yang mengetahuinya sendiri”

Aku benar-benar merasakan kebingungan yang luar biasa setelah mendengarkan perkataan dari ayu.
“ Apakah ayu juga mempunyai rasa yang sama sepertiku ?”
“ apa aku sekarang sedang dalam dunia mimpi ?”
Saat aku berjalan sendiri aku tak sengaja melewati tempat yang banyak sekali dipenuhi tanaman bunga ada banyak macam bunga ada mawar, melati, anggrek dan salah satu bunga yang sangat menarik perhatianku yaitu “kamboja”
Lalu kupetik satu tangkai bunga kamboja..ku kembali berjalan dan tiba-tiba saja ada ayu lalu dia pun menyapaku.

“mas lanang dari mana saja ?”
Tanpa banyak bicara langsung kuberikan bunga itu kepadanya.
“ambillah bunga ini”
“mas lanang, kenapa kamu memberikan aku bunga ini mas ?” tanyanya dengan heran
“ambil saja bunga ini’
“Iyah aku bingung saja kenapa kamu memberikan bunga ini, bunga ini kan bunga….”
“stop, bunga ini memang bukan bunga mawar tetapi bunga ini mengartikan cintaku padamu itu sampai akhir hayatku’
Ayu tersenyum dan sepertinya dia mengerti maksud lanang memberikan bunga ini.
“ayu..apakah kamu mau menjadi wanita yang akan mengisi hari-hariku ?” Tanya lanang sambil
menatap mata ayu yang terlihat matanya sudah berkaca-kaca
“mas lanang…apakah kamu mau menjadi lelaki yang akan memperindah hidupku ?”
“tentu saja aku mau” jawab lanang
“aku juga bersedia menjadi wanita yang akan selalu berusaha untuk membahagiakanmu mas”
“maka terimalah bunga ini sebagai pertanda bahwa kamu telah menerimaku ayu” menatap mata ayu dengan sungguh-sungguh
“iya mas” ayu mengambil bunga itu dan langsung memeluk lanang dengan erat.

Keesokan harinya hari masih pagi aku pergi menemui ayu dengan perasaan yang gembira sekali
Terlihat ayu sedang melamun seperti orang yang lagi memikirkan sesuatu.
“ayu..! aku punya berita bagus untuk kamu sayang !”
“apa mas ?” jawab ayu
Ku melihat dimata ayu tak ada sedikit pun rasa kegembiraan ditatapannya
“ayah dan ibuku telah menyetujui hubungan kita dan kita dapat segara menikah !”
“oh yha..tapi mas lanang” tatapannya perlahan-lahan menghilang dariku
“kenapa !?!”
“maafkan aku mas, aku tahu aku salah, tapi sejujurnya tidak ada sedikitpun terpikir hal ini dalam hatiku mas” jawab ayu yang sudah terlihat mengeluarkan air mata
‘lalu memangnya ada apa ayu ? beri tahu aku ? jangan membuat aku gelisah seperti ini ” tanyaku dengan penasaran
“ibuku mas ibuku”ucapnya
“ibumu kenapa ?”tanyaku
“ibuku telah menjodohkanku dengan juragan ayam sunarso”
Aku sungguh tak tahan melihat ayu yang air matanya sudah seperi air terjun yang terus mengalir ke melewati pipinya lalu ke tanah.
“ayu” jawabku sambil menghapus air mata dipipinya
“kamu harus bisa menghadapi semua ini mungkin ini takdir kita” kata ku
“maksudmu mas ? aku tidak mau berpisah dengan mu mas”
“iya aku tahu ayu…aku pun tak dapat memaksakan kehendakku, mungkin Tuhan belum setuju dengan hubungan kita. Sehingga harus berakhir seperti ini”
“tidak mas, aku tidak mau mas” jawabnya sambil nangis tersedu-sedu
“ayu, percayalah padaku jika memang kau jodohku dan tulang rusukku. Apa pun yang terjadi kita pasti akan tetap bisa bersama” kataku untuk menenangkan ayu
“tapi mas lanang”
“percayalah ayu, meskipun kamu tidak menjadi milikku aku akan tetap setia menjaga kamu selalu”
“lalu aku harus bagaimana mas ?”
“ikutilah perkataan ibumu dan keinginannya karena aku yakin seorang ibu pasti menginginkan anaknya bahagia”
“baiklah mas lanang, tapi satu yang harus mas tau jiwa dan ragaku tetap mencintai mas dan mas lanang tetaplah lelaki yang pernah membuat ku jatuh cinta” kata ayu sambil pergi meninggalkan tempat itu.

Lalu aku pun berusaha meninggalkan ayu meskipun berat itulah keputusanku tapi satu kata kukirimkan untuk ayu semoga kau bahagia “karena kebahagiaanmu merupakan kebahagiaanku”

Fibriyanti

Jakarta, 20 desember 2014